Skip to content

Postingan Facebook yang Mengganggu Wanita Jepang

Ponsel, di era modern seperti saat ini, ponsel merupakan barang yang menjamur di seluruh belahan bumi. Dengan beragam jenis, bentuk, dan fungsinya. Mulai dari sekedar untuk telpon dan sms hingga digunakan untuk menonton film atau bermain game. Berbicara mengenai ponsel dan kecanggihan sebuah ponsel, masih erat kaitanya dengan yang namanya socmed, atau biasa kita sebut media sosial.

Budaya_jepangBerbicara mengenai socmed atau sosial media ini, masih kental hubungannya dengan yang namanya anak muda. Anak muda di era sekarang ini sudah sangat fasih memainkan media social. Memang, media social memiliki sisi baik dan buruk. Disamping untuk berjualan, promo produk, socmed kerap digunakan untuk berbagai hal yang mengganggu. Begitupula di Jepang, dari berbagai postingan postingan di social media, ada beberapa postingan yang benar benar mengganggu sebagian netizen jepang. Menurut survei yang sudah dilakukan oleh Goo Ranking kepada 1005 wanita jepang berusia 20 tahun hingga 30 tahun, ada berbagai hal yang sangat mengganggu bagi mereka. Berikut adalah hasil surveinya, dikutip dari whatjapanthinks.com.

  1. Postingan foto selfie, dengan caption “Seandainya saya cantik”. Padahal dirinya sudah cantik – 462 Suara
  2. Postingan, “saya ingin mati saja”. Yang menunjukan masalah pada mentalnya – 308 Suara
  3. Postingan foto selfie, dengan caption “Saya benar benar jelek”. Padahal dirinya cantik dan menarik – 307 Suara.
  4. Postingan foto selfie dengan caption “Maaf, tidak pakai make-up!“, padahal memakai make-up – 252 suara
  5. Postingan foto selfie dengan pose wajah terbaiknya dengan komentar “Saya ingin melakukan operasi plastik!” – 240 suara
  6. Mem-posting foto dirinya yang menyebalkan – 237 suara
  7. Mem-posting kebenciannya yang terpendam terhadap orang tertentu – 190 suara
  8. Mem-posting foto dan rincian tentang anaknya yang sakit – 187 suara
  9. Mem-posting foto untuk memamerkan anaknya – 181 suara
  10. Mem-posting puisi misterius – 172 suara
  11. Mem-posting tentang politik, agama – 167 suara
  12. Mem-posting tentang dirinya menjadi korban padahal ia adalah pelakunya – 160 suara
  13. Mem-posting sesuatu yang dimulai dengan “Ucapan terimakasih untuk:…” atau “Terima kasih untuk semua orang:…” – 157 suara
  14. Mem-posting berita palsu, urban legend – 152 suara
  15. Mem-posting tentang bagaimana ia begitu sibuk di tempat kerja – 140 suara
  16. Mem-posting foto persalinan/melahirkan anak – 134 suara
  17. Mem-posting serangkaian foto tentang perkembangan penyakitnya – 130 suara
  18. Tidak mem-posting secara langsung dengan mengatakan bahwa ia punya pacar, tapi mem-posting petunjuk-petunjuk tentang hal itu secara jelas – 126 suara
  19. Mem-posting foto sambil meniup terompet dengan hashtag #besttranslationever – 126 suara
  20. Mem-posting sesuatu dalam bahasa Inggris – 123 suara
  21. Mem-posting “Ups, saya lupa memotret makanannya,” dengan foto sisa-sisa makanannya – 119 suara
  22. Mem-posting foto dengan benda bermerk yang sebenarnya tidak penting pada foto tersebut – 119 suara
  23. Mem-posting tentang rincian kencannya – 117 suara
  24. Mem-posting foto untuk menunjukkan seberapa dekat teman-temannya – 116 suara
  25. Mem-posting foto tentang perpaduan busananya hari ini – 115 suara
  26. Mem-posting “hadiah untuk diri saya sendiri setelah bekerja begitu keras!” – 113 suara
  27. Mem-posting “Kepada (nama seseorang), terimakasih untuk semuanya” – 110 suara
  28. Menggertak/menghardik pada seseorang yang terkenal – 110 suara
  29. Mem-posting tentang bagaimana ia telah membuat seseorang kesal – 105 suara
  30. Mem-posting dengan kalimat yang sangat panjang tentang apa yang telah ia lakukan hari ini – 95 suara
  31. Mem-posting di Facebook tentang percakapan di email yang telah selesai karena beberapa alasan – 92 suara
  32. Mem-posting foto selfie dengan detail tentang kunjungan ke salon kecantikan – 83 suara
  33. Mem-posting “Saya pergi untuk bertemu dengan (nama seseorang)” – 80 suara
  34. Mem-posting secara berulang-ulang tentang beberapa kebiasaan kepribadian (seperti diet, dll) – 77 suara
  35. Mem-posting sesuatu yang membosankan seolah-olah itu adalah hal paling lucu yang pernah ada – 73 suara
  36. Mem-posting lirik lagu yang terkenal – 73 suara
  37. Mem-posting “Saya membuat ini dengan sisa bahan makanan di kulkas” – 59 suara
  38. Mem-posting “Saya memiliki bakat (akan sesuatu) atau lainnya!” – 48 suara

Sebenarnya jika diamati, tidak beda jauh dengan postingan postingan di Indonesia. Aku sendiri juga merasa kesal dengan mereka juga. Terutama dengan tindakan yang nomer 1. Posting foto badan bagus, tapi dengan caption, “Andai badanku bagus seperti ade rai”. Ditambah lagi anak anak muda sekarang ingin show up, menunjukkan sesuatu yang sedang ia miliki istilah lainnya pamer. Atau bahasa di kampung aku social climber. Kaya, baru beli iphone, terus photo selfie di depan cermin, padahal cuman pengen pamer iphone.nya dan masih banyak lagi ya!

Support US

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *